Cara Menggunakan Pupuk UREA Sesuai Dosis dan Takaran
Kamis, 16 September 2021
Cara Menggunakan Pupuk UREA - Pupuk urea adalah jenis pupuk kimia yang umum digunakan oleh petani untuk berbagai macam tanaman. Pupuk urea mengandung kadar unsur nitrogen yang tinggi yang sangat membantu perkembangan tanaman. Unsur Hara N membantu mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain), Menambah kandungan protein tanaman dan jika dengan pemupukan yang tepat & benar (berimbang) secara teratur, tanaman akan tumbuh segar, sehat dan memberikan hasil yang berlipat ganda dan tidak merusak struktur tanah.
Sayang, informasi penggunaan pupuk urea atau pupuk kimia lainnya sangat terbatas, akhirnya para petaniyang notabene susah mengakses informasi Pemberian pupuk anorganik seperti urea, SP-36 dan KCl .Perlu anda ketahui bahwa penggunaan pupuk urea yang merupakan tergolong pupuk kimia jika tidak dengan dosis yang tetap sesuai anjuran akan berdampak pada struktur tanah yang rusak. Oleh karena itu, saya berinisiasi merangkum pendapat litbang pertanian yang menganjurkan penggunaan pupuk urea ini pada tanaman.
Perlunya penambahan Pupuk organik
Berdasarkan infromasi yang saya dapatkan bahwa dalam pemberian pupuk urea atau pupuk kimia lainnya perlu dilengkapi dengan pemberian pupuk organik, seperti pupuk kandang, kompos, pupuk hijau dll. Maksud pemberian ini adalah agar kedua jenis pupuk tersebut dapat saling melengkapi kekurangan masing-masing.
Kekurangan penggunaan pupuk anorganik antara lain dapat menyebabkan kerusakan struktur tanah seperti tanah menjadi lebih keras dan pH tanah menjadi lebih masam namun kelebihannya mempunyai kandungan hara yang tinggi dan segera tersedia bagi tanaman. Sementara itu kekurangan pupuk organik seperti kandungan hara yang rendah dan tidak segera tersedia bagi tanaman namun dapat memperbaiki kualitas tanah.
Kombinasi penggunaan pupuk organik dan anorganik diharapkan mampu menciptakan kondisi yang optimum bagi pertumbuhan, terutama tanaman pangan, seperi tanaman padi danjagung, efisiensi penggunaan pupuk lebih baik dan hasil gabah lebih tinggi secara lumintu/berkesinambungan (sustainable).
Contoh Dosis dan Aplikasi Penggunaan Pupuk Urea pada tanaman padi
![]() |
| Cara Menggunakan Pupuk UREA |
Sayang, informasi penggunaan pupuk urea atau pupuk kimia lainnya sangat terbatas, akhirnya para petaniyang notabene susah mengakses informasi Pemberian pupuk anorganik seperti urea, SP-36 dan KCl .Perlu anda ketahui bahwa penggunaan pupuk urea yang merupakan tergolong pupuk kimia jika tidak dengan dosis yang tetap sesuai anjuran akan berdampak pada struktur tanah yang rusak. Oleh karena itu, saya berinisiasi merangkum pendapat litbang pertanian yang menganjurkan penggunaan pupuk urea ini pada tanaman.
Perlunya penambahan Pupuk organik
Berdasarkan infromasi yang saya dapatkan bahwa dalam pemberian pupuk urea atau pupuk kimia lainnya perlu dilengkapi dengan pemberian pupuk organik, seperti pupuk kandang, kompos, pupuk hijau dll. Maksud pemberian ini adalah agar kedua jenis pupuk tersebut dapat saling melengkapi kekurangan masing-masing.
Kekurangan penggunaan pupuk anorganik antara lain dapat menyebabkan kerusakan struktur tanah seperti tanah menjadi lebih keras dan pH tanah menjadi lebih masam namun kelebihannya mempunyai kandungan hara yang tinggi dan segera tersedia bagi tanaman. Sementara itu kekurangan pupuk organik seperti kandungan hara yang rendah dan tidak segera tersedia bagi tanaman namun dapat memperbaiki kualitas tanah.
Kombinasi penggunaan pupuk organik dan anorganik diharapkan mampu menciptakan kondisi yang optimum bagi pertumbuhan, terutama tanaman pangan, seperi tanaman padi danjagung, efisiensi penggunaan pupuk lebih baik dan hasil gabah lebih tinggi secara lumintu/berkesinambungan (sustainable).
Contoh Dosis dan Aplikasi Penggunaan Pupuk Urea pada tanaman padi
- Sangat dianjurkan menebarkanpupuk kandang sebelum tanam agar tanah mengandung unsur hara alami dari tanah. Namun krbutuhan itu bisa anda tambah dengan penyebaran Urea 30%
- Menanjak usia 20 hst, berikutnya lakukan penyebaran Urea 40% dan setelah usia 30 hst lakukan penyebaran Urea 30% dan KCI nya 50% (Bisa kombinasi dengan pupuk lainnya)
Kesimpulannya penggunaan pupuk urea tidak boleh secara keseluruhan, karena jika kelebihan mubah dan akan berdampak sifat tanah yangrusak. Diharapkan tidakmenggunakan lebih dari 50% dari setiap kali pemberian pupuk sesuai jadwal ditentukan.
Sekian, semoga bermanfaat.
Sumber : Litbang.pertanian.go.id
