Keuntungan Pelaksanaan Transfer Embrio pada Sapi
Jumat, 17 September 2021
Teknologi transfer embrio adalah aplikasi bioteknologi reproduksi ternak melalui teknik Multiple Ovulation Embrio Transfer (MOET) serta rekayasa genetik untuk meningkatkan mutu genetik dalam waktu yang lebih singkat dan jumlah yang lebih banyak. Tentunya, sangat menguntungkan jika diterapkan di Indonesia, khususnya peternakan rakyat.
Teknik produksi embrio dapat dilaksanakan dengan bebrapa cara seperti cara konvensional atau in vivo dan metode in vitro serta Oocyt Pick Up (OPU). Sedangkan untuk pengembangan dan peningkatan produksi dalam rangka penekanan biaya produksi dapat diterapkan teknik kloning Embrio. Embrio yang digunakan untuk transfer embrio dapat berupa embrio segar atau embrio beku (freezing embrio).
Pengguna transfer embrio mempunya beberapa keuntungan. Manfaat dan keuntungan dari pelaksanaan transfer embrio adalah sebagai berikut:
Pertama, meningkatkan mutu genetik ternak dalam waktu relatif pendek (mempertinggi kapasitas produksi sapi betina induk atau dara dan pejantan (bull). Dengan mutu genetik yang baik akan menghasilkan keturunan yang baik atau bibit unggul
Kedua, meningkatkan penyediaan sumber bibit unggul. Bibit ungul ini digunakan dan distribusi ke peternakan sebagai ternak dengan produksi tinggi. Kemudian, sapi lokal yang kurang unggul untuk menghasilkan keturunan yang unggul dapat digunakan sebagai resipen. Terakhir, bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.
