5 Jenis Sapi Perah yang Cocok dikembangkan Di Indonesia
Jumat, 17 September 2021
Sapi perah merupakan penghasil susu yang sangat dominan dibanding ternak perah lainnya. Namun, jumlah sapi perah di Indomesia tidak senada dengan jumlah konsumsi susu. Salah satu bangsa sapi perah yang terkenal adalah Sapi perah Fries Holland (FH). Sapi ini berasal dari Eropa, yaitu Belanda (Nederland), tepatnya di Provinsi Holland Utara dan Friesian Barat, sehingga sapi bangsa ini memiliki nama resmi Fries Holland dan sering disebut Holstein atau Friesian saja.
Secara garis besar, bangsa-bangsa sapi (Bos) yang terdapat di dunia ada dua, yaitu (1) kelompok yang berasal dari sapi Zebu (Bos indicus) atau jenis sapi yang berpunuk, yang berasal dan tersebar di daerah tropis serta (2) kelompok dari Bos primigenius, yang tersebar di daerah sub tropis atau lebih dikenal dengan Bos Taurus.
Secara garis besar, bangsa-bangsa sapi (Bos) yang terdapat di dunia ada dua, yaitu (1) kelompok yang berasal dari sapi Zebu (Bos indicus) atau jenis sapi yang berpunuk, yang berasal dan tersebar di daerah tropis serta (2) kelompok dari Bos primigenius, yang tersebar di daerah sub tropis atau lebih dikenal dengan Bos Taurus.
![]() |
| Fristien Holland |
Jenis sapi perah yang unggul dan paling banyak dipelihara adalah sapi Shorthorn (dari Inggris), Friesian Holstein (dari Belanda), Jersey (dari selat Channel antara Inggris dan Perancis), Brown Swiss (dari Switzerland), Red Danish (dari Denmark) dan Drought master (dari Australia).Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat ada 5 jenis sapi perah yang dipelihara yaitu Friesian Holstein, Jersey, Brown Swiss, Guernsey and Ayrshire dimana Fries Holstein (FH) jumlahnya 5 kali lebih banyak dari pada Jersey.
Sapi perah yang dipelihara di Indonesia dewasa ini adalah Friesian-Holstein, karena mempunyai produksi susu yang tinggi. Sapi ini berwarna hitam berbelang putih. Kepala berbentuk panjang, lebar dan lurus. Tanduk relative pendek dan melengkung kearah depan. Tempremen induk jinak dan tenang. Namun jantannya yang agak galak.
Sapi perah yang dipelihara di Indonesia dewasa ini adalah Friesian-Holstein, karena mempunyai produksi susu yang tinggi. Sapi ini berwarna hitam berbelang putih. Kepala berbentuk panjang, lebar dan lurus. Tanduk relative pendek dan melengkung kearah depan. Tempremen induk jinak dan tenang. Namun jantannya yang agak galak.
Kemampuan berproduksi susu sapi FH dapat mencapai lebih dari 6.000 kg per laktasi dengan kadar lemak susu rata-rata 3,6 %. Standar bobot badan betina dewasa berkisar antara 570-730 kg, sedang jantan dewasa minimal 800 kg bahkan bisa mencapai 1 ton.
